Social Icons

Pages

Wednesday, November 23, 2016

Pertanyaan Sekitar : Apa Itu Mencintai?

Suatu saat di Surabaya, aku mendengar percakapan para gadis yang mulai pubertas. aku tahu sudah mulai pubertas karena memang terlihat jelas (haha). Dari 4 gadis yang yang sedang cangkruk, 3 gadis berusaha ingin tahu sebuah jawaban dari gadis lainnya.

"eh, awakmu kok gelem seh ambek arek iku? opo gak ono lenangan liyo a?", tanya mereka bertiga
Artinya, "eh kamu kok mau sih sama anak itu? apa gak ada lelaki lain?"
"Lapo seh? Kudu tak jawab ta?", balas pihak minoritas
Artinya, "kenapa sih? harus tak jawab kah?"

Ada beberapa hal yang membuat aku pikirkan. Satu, mungkin 3 gadis tersebut belum laku. Dua, ingin tahu tentang cinta. Tiga, aku inget sama cewekku yang lagi jauh di Solo (fak). Aku ga kebayang kalau pertanyaan itu ditanyakan temen-temen cewekku padanya. Karena apa? mungkin sepele, tapi pertanyaan atau pernyataan tentang pilihan kita dapat mempengaruhi keyakinan kita sendiri, lalu bisa jadi akan menyerah memperjuangkan perasaannya. Lama-kelamaan mungkin akan merasa jika pendapat orang di sekitar itu lebih benar. Saat itu juga bisa muncul langkah untuk mundur, dan akan terjadi lebih mudah, karena sekitar kita turut mendukung.   

***
Pada kesempatan lain, aku pribadi pernah mengalami. waktu dimana aku memperjuangkan si dia, ada beberapa temen yang  merasa kasihan. Mereka menganggap kalau ini berlebihan dan akan sia-sia. mungkin karena temen, aku jadi ngerasa kalau mereka juga bener. tapi seketika aku sadar, terus kalau aku nurut mereka, aku dapat apa? Kalau aku tidak melanjutkan lantas lebih sia-sia waktuku sebelumnya. Alasan lain, karena waktu itu aku mengejarnya bukan karena ambisi memiliki pasangan. Aku merasa diriku sudah mengalami kesiapan menerima segala kecocokan bahkan perbedaan. Jadi selagi ada kesempatan apa salahnya sih dimanfaatkan.
***

Hal itu terkadang terjadi karena kita lupa maksud dari mencintai. Bukan mereka yang merasakan, bukan mereka yang menjalani. Jadi, bukan mereka yang berhak memutuskan yang terbaik untuk dijalani. Maksud dari mencintai adalah untuk merasa bahagia, bukan untuk terlihat bahagia. Memperjuangkan hati si dia, bukan hati lingkungan kita. Menikmati pengorbanan, bukan memaksakan pengorbanan.

Orang yang beneran mencintai, saat berjuang untuk orang yang tak bisa termiliki pun bisa tetap merasa bahagia. Orang yang tak benar-benar mencinta, akan kebanyakan mikir untung-ruginya, mungkin-tidaknya, matematis dan logika. Kita juga sudah tahu, jika cinta kadang-kadang tak ada logika kan? -agnezmo



Orang yang lebih cerdas, kaya, cakep, banyak. Tapi apakah level kecerdasan, kekayaan, dan kecakepan setinggi itu yang selalu cocok untuk kita? Tidak.
Justru kadang kita merasa lebih nyaman dengan orang yang gak lebih cerdas, karena kesamaan kecerdasan kadang malah membuat kita sering berdebat. Kita kadang lebih nyaman dengan orang yang hidupnya gak begitu mentereng, karena mungkin kita akan kewalahan sendiri mengikuti gaya hidupnya. Dan kadang kita lebih suka sama orang yang gak cakep-cakep amat, karena tampangnya gak bikin insecure bakal ditaksir orang lain. (Mungkin ini yang dipikirkan cewekku, haha)

Nah, kalo udah ngerti hal-hal semacam itu, artinya kita sudah tau yang kita butuhkan. Akan selalu ada orang yang lebih ini atau itu di luar sana, tapi belum tentu mereka bisa jadi yang lebih baik dari yang kita cinta. Kadang, segala kelebihan mereka, hanya akan jadi bahan ketertarikan sesaat saja.

Mencintai berdasarkan kebutuhan itu lebih indah. Sedangkan mencintai berdasarkan keinginan itu bakal buat susah, apalagi kalau mencintai berdasarkan keinginan orang lain. Segala yang kita lakukan, akan berdasarkan penilaian orang lain. Terus fungsinya kita apa? Meminta pendapat itu sah saja, tapi kalau nurutin ya terserah juga. Ga harus kok.

Lebih baik patah hati karena pilihan sendiri, daripada patah hati kepada orang yang bahkan tak benar-benar kita kehendaki. Dan lebih seru lagi, kalo kita bisa mencintai orang yang kita pilih sendiri, daripada memiliki orang yang tak kita cintai. Kita ga ada beban buat membalasnya. Coba kalau orang yang dipilihin menjadi orang sukses, lalu yang milihin iri, terus minta jatah. lahh ga mau kan? 
**
Mending kita mencintai orang yang kita butuhkan, dibanding mencintai orang yang kita ingin. Kita bisa bosan dengan apa yg kita ingin, tapi kita gak akan lepas dari orang yang kita butuh. Jadi, silakan mencintai siapapun, yang penting kamu bahagia dan nyaman. Jangan biarkan pendapat lingkungan, menjadi sebuah halangan. Yang terpenting kita mampu mendapat kebahagiaan.

Cinta itu tanpa logika, semakin kamu jatuh cinta, kamu akan semakin terlihat gila. Mencintalah sampai kamu dianggap bodoh.  Biarkan orang lain menganggapmu tak punya malu, asal orang yang kamu cinta bisa kamu buat terharu. Karena cinta akan menciptakan refleksi pada diri sendiri. Rasa yang kamu ciptakan untuk si dia, nantinya rasa itu akan kembali kepada dirimu juga. 

Jangan kamu tanggung beban atas keinginan orang lain. Biarkan otak mereka mengomentari cara kerja hatimu. Seperti manusia yang mengecam hujan, di saat yang sama, mereka tak sadar bahwa air adalah sebuah kebutuhan. 



Pernah ngerasain juga?

 
 
Blogger Templates